Jumat, 26 Desember 2014

Kaca Mata Nona



Aku memang tidak bisa apa-apa,
aku hanya benda mati.
namun, ketika nonaku memakaiku,
aku dapat melihat seluruh peristiwa itu.

Disaat nonaku kehilangan jiwanya,
disaat nonaku kehilangan hatinya.
disaat nonaku menyebut nama tuan dengan tangisnya,
ketika itulah nonaku akan melepasku,
tak memakaiku hingga aku berdebu.

nona tak akan memakaiku,
bukan tak mau memakaiku,
tapi nona tak bisa memakaiku.
karena jika nona memakaiku,
nona akan kembali menangis.


Dengan bayangan tuan dimata nona,
aku selalu melihatnya,
melihat nona hanya mengarahkan pandangannya ke tuan,
melalui aku.

Rabu, 17 September 2014

Persahabatan rusa dan kelinci (cerpen)


                                      

               Dahulu kala, hiduplah seekor rusa bernama lulu. Lulu selalu bersama dengan sahabat baiknya, seekor kelinci bernama hunnie. Lulu selalu senang ketika hunnie mengajaknya pergi ke tepi sungai bersama-sama, menyusuri hutan tempat tinggal mereka.
               Namun, pada suatu hari, sang kelinci tak pernah lagi mengajak si rusa kecil berjalan-jalan di tepi sungai. Sang kelinci pun tak terlihat batang hidungnya. Kelinci tak pernah menemui rusa lagi, sampai pada sebuah berita yang sangat mengejutkan si rusa kecil. Berita bahwa sang kelinci menghilang setelah masuk ke dalam sebuah goa di tepi hutan.
               Setelah mendengar berita tersebut, rusa berangkat dengan perbekalan seadanya, berusaha mencari si kelinci yang sedang menghilang. Hari demi hari telah dilewati oleh lulu, si rusa kecil. Namun, dalam pencariannya lulu tak mendapat petunjuk apapun. Sampai suatu ketika, lulu melihat kelinci disekap oleh para singa. Dengan tekad dan keberanian yang kuat lulu mendatangi para singa itu, dan menantang para singa. Lulu tahu ia tak sekuat singa, namun ia percaya bahwa dirinya lebih pandai dari pada singa-singa itu.
“ Hey, para raja rimba, aku menantangmu untuk bermain tebak-tebakan denganku. Jika aku menang maka kau lepaskan kelinci sahabatku. Namun, jika aku kalah, akan ku jadikan diriku sebagai santapanmu.” Tantang rusa percaya diri, sang kelinci menatap khawatir si rusa.
“ Lulu, kau tidak perlu melakukan hal itu. Aku tidak mau kehilangan sahabatku, sahabat terbaik yang aku miliki. Pergi tinggalkan aku, jangan hiraukan aku. Lulu pergilah.” Kelinci menentang rusa untuk menantang para singa buas itu. Raja para singa itu menyetujui tantangan rusa dengan angkuh.
“ Aku terima tantanganmu, wahai rusa kecil yang pemberani. Kita lihat seberapa hebatnya dirimu melawanku.” Setuju sang raja singa, lalu si rusa kecil bersiap di tempatnya, bersiap untuk memulai permainan.
“ Kau harus mampu menjawab 3 pertanyaan dariku. Jika tidak, kau dan sahabatmu itu akan menjadi santapanku.” Ujar sang raja singa, rusa menyetujui hal tersebut.
“ Aku tidak punya lengan, tidak punya tangan. Namun, aku memiliki dua siku, apakah aku?” Aju sang raja singa, lulu tahu jawaban itu, ia pernah mempelajarinya dulu.
“Sudut 90 derajat atau sudut siku-siku.” Ucap sang rusa mantap, raja singa menatap rusa meremehkan.
“ Ku pastikan kau tidak dapat menjawab pertanyaanku. Jika ada bangkai tikus dan bangkai ayam mana yang lebih dulu kita pegang?” Tanya sang raja singa, rusa kecil tersenyum simpul.
“ Hidung kita.” Jawabnya tenang, raja singa mulai gusar.
“ Jawablah pertanyaan terakhir dariku. Semua tingkahmu dapat ku tirukan dengan sama persis, siapakah aku?” Tanya sang raja singa lagi, berharap sang rusa tidak dapat menjawabnya.
“ Cermin.” Jawab sang rusa singkat, raja singa yang tak terima dikalahkan pun menyerang lulu, tanpa memperhatikan kalau kelinci yang ia sekap telah terbebas. Keadaan sangat kacau, apalagi setelah kelinci terlepas dari ikatannya.
               Menjauhi para singa lulu mengajak hunnie sang kelinci berlari, mereka berlari meninggalkan tempat para singa itu berada. Lalu, mereka menoleh ke belakang memastikan bahwa tak ada singa yang mengejar mereka. Mereka selamat, selamat dari kejaran para singa dan selamat karena tidak menjadi santapan sang raja singa. Kemudian, mereka kembali menyusuri hutan, kembali ke tempat dimana mereka tinggal. Ketika berada di depan rumah rusa, kelinci mengucapkan terima kasih.
“ Lulu, terima kasih. Kau memang sahabat terbaik yang aku miliki. Kau rela mengorbankan nyawamu demi menyelamatkanku. Maafkan aku karena telah merepotkanmu. sekali lagi ku ucapkan, terima kasih sahabatku.” Lulu tersenyum senang, dan memeluk hunnie.
“ Bukankah kita sahabat? Seandainya kita memang menjadi santapan para singa itu, aku rela, asalkan bersama sahabatku. Setidaknya kita pergi bukan sebagai musuh, namun sebagai sahabat. Bukankah kasih sayang itu memang ada? Dan persahabatan itu memang nyata? Aku bahagia karena bisa menyelamatkan sahabatku.” Balas sang rusa sambil tersenyum.
               Akhirnya, sejak kejadian itu, rusa kecil dan sang kelinci kembali melakukan aktivitas rutin mereka, menyusuri hutan di pinggir sungai. Sang kelinci berjanji pada rusa kecil bahwa ia tak akan pergi meninggalkan rusa kecil lagi. Mereka selalu bersama apapun yang terjadi. Bukankah semua terasa indah ketika kita bersama sahabat? Ya, sahabat terbaik.

Minggu, 25 Mei 2014

OVERDOSE


lirik Lagu EXO - Overdose (Chinese ver)

http://images.kpopstarz.com/data/images/full/162910/group-exo-to-release-new-album-overdose-on-april-21.jpg?w=600

Come in

[Luhan] Wo du shang yi qie er he xia le ni
Shi jian dao zhuan ye wu fa shou hui
[Chen] Jiu suan mao zhe shang yin de wei xian
So bad, no one can stop her 

(Her love her love) [Lay] wo xiang yao ta de yi qie
Ta de ai jiu shi wei yi de ding lu
[Chen] Ta de chun yi wen zhi ming
Yue huang hu jiu yue wu fa zi ba

[Luhan] Oh she wants me, oh she’s got me
[Chen] Oh she hurts me
Wo shi ru ci ke wang xiang de dao ni

[All] Someone call the doctor
kuai bang zhu wo dui wo shuo
[Lay] Ai qing zhe bing shang yin Overdose
[All] Si nian de shi jian tai jiu kong huang jiu kai shi zhe mo
[Chen] Man man yue bei ni shen shen mi huo Eh-oh
[Luhan] Too much shi ni Your love
[All] Zhe shi Overdose
[Luhan] Too much shi ni Your love
[All] Zhe shi Overdose

[Baekhyun] Ni qing qing di tiao dou wo de jian
Mei yi ci chu peng dou xiang shi chu dian
[Suho] Xin tiao kuai dao ji xian zhi xi de shun jian
Zhan li, tan le yi kou qi

(Her love her love) [Kai] jiu shi wei yi de jie yao
Jiu xiang wu fa jie tuo de Destiny
[D.O] Quan shen dong mai fei teng zhe Yeah
Zhong yu neng jia yu zhe gan jue

[Baekhyun] Oh she wants me, oh she’s got me
[D.O] Oh she hurts me
Ji xu zhui zhu zhe ni xiang de dao ni

[All] Someone call the doctor
kuai bang zhu wo dui wo shuo
[Suho] Ai qing zhe bing shang yin Overdose
[All] Si nian de shi jian tai jiu kong huang jiu kai shi zhe mo
[Baekhyun] Man man yue bei ni shen shen mi huo Eh-oh
[D.O] Too much shi ni Your love
[All] Zhe shi Overdose
[D.O] Too much shi ni Your love
[All] Zhe shi Overdose

[Lay] Suo you ren dou zai wen zhe wo
[Luhan] Zen me wo bian le hen duo
[Lay] Cong nei xin shen chu gan ran ni yi qie
[Chen] Ni jiu shi wei yi de shi jie

[Luhan] Zai ye wu fa dao tui ni tian man de kong jian
[Chen] Zai zhe yi shun jian You’re in my heart

[Xiumin] E X O

[Kris] Wo xiang yao ba ni guan man wo de hou
Quan shen dou zai chan dou
jiu suan he de zai duo yong yuan dou bu gou
Du xing yi jing man yan cong tou dao jiao
dan wo bu qu zhao jia
Xiang shou zhe zhe zhong ci ji
na me tong kuai I can’t stop

[Xiumin] Hey doctor
Zhe zhong gan jue jiu ting hao de Huh
Kang ju bu liao ni gei de yin li
rang wo man man bei ni rong hua
[Tao] Ning yuan chang shui bu xing ru guo
zhe zhong gan jue bu cun zai
Zhong ni tian mi de du
bian cheng wo huo bu xia qu de qi dai

[All] Someone call the doctor.
Ta de ai cai neng jiu wo
Shi qu ta yi tian dou bu neng huo
Wo bu xiang li kai ni de ai xiang tian tang de you huo
Zhi ming de mei li zhen han zhe wo Eh-oh
Too much shi ni Your love
Zhe shi Overdose
Too much shi ni Your love
Zhe shi Overdose








Lirik Lagu EXO - Overdose (Korean ver) & Indonesia translate

https://sgkpopper.files.wordpress.com/2014/04/exo-overdose.jpg

Come In

[Baekhyun] Modeungeol geolgo neol deurikin nan
Ije dorikilsudo eopda
[D.O] Igeon bunmyeong wiheomhan jungdok
So bad no one can stop her

[Suho] Her love her love ojik geugeotman bara
Geunyeoui sarang hanappuningeol
[Baekhyun] Chimyeongjeogin fantasy hwangholhan geu ane chwihae

[D.O] Oh she wants me~ oh she’s got me, [Baekhyun] oh she hurts me
[Baekhyun] Joha deouk galmanghago isseo

[All] Someone call the doctor nal butjapgo malhaejwo
Sarangeun gyeolguk jungdok overdose
Sigani jinalsurok tongjedo himdeureojyeo
Jeomjeom gipsugi ppajyeoganda
Oh too much neoya your love igeon overdose
Too much neoya your love igeon overdose

[Chen] Neoui geu geu sumgillo ono
Boineun neol galguhae jom deo
[Lay] Gappajin sumeuro jilsikdoen hue
Jeonyul geurigo hansum

[Xiumin] Her love her love dokhangeot gata naegen
Heeonalsu eomneun ne sumi
[Luhan] Pineun tteugeowojiji machi modu jibaehae

[Chen] Oh she wants me~ oh she’s got me, [Luhan] oh she hurts me~
[Luhan] Gyesok neoman geurigo geurinda

[All] Someone call the doctor nal butjapgo malhaejwo
Sarangeun gyeolguk jungdok overdose
Sigani jinalsurok tongjedo himdeureojyeo
Jeomjeom gipsugi ppajyeoganda
Oh too much neoya your love igeon overdose
Too much neoya your love igeon overdose

[Suho] Modu da naege mureowa [D.O] naega byeonhangeot gatae
[Suho] Simjange niga bakhyeobeorindeut
[Baekhyun] Sesangi ontong neoinde
[D.O] Meomchulsu eobseo imi gadeukhan neol
[Baekhyun] Jigeum i sungan you in my heart

[Sehun] E.X.O

[Chanyeol] Nan neoreul matgo tto neoreul masinda
Nae simjangi tteollyeowa gyesok deurikyeodo ajik mojara yeah
Sonkkeutkkaji jeonyulsikin galjeung isunganeul jaba
Jiljureul meomchuji ma neomu joha can’t stop it

[Sehun] Hei dakteo~ jigeum idaero gajinanha
Juchehalsu eomneun ikkeullime neowa naega hana

[Kai] I neukkim eobsineun jugeungeona machangajingeol
Naega saneun iyu neoraneun dalkomhame jungdok

(Someone call the doctor)

[All] Someone call the doctor nan geunyeoreul pillyohae
Haeron botdan motdulsu eobseo ([Baekhyun] Beotiji motei)
Motaebeoseonaji motaneun jungdokgateungeol
(?)
Oh too much neoya your love igeon overdose
Too much neoya your love igeon overdose

Overdose Indonesia Translate

(Kemari)

Aku membuatmu lebih dekat dengan semua yang aku punya
Sekarang aku tidak bisa mengembalikannya
Ini jelas merupakan kecanduan yang berbahaya
Sangat buruk, tak ada yang bisa menghentikannya

Ia mencintai cintanya
Satu-satunya hal yang aku inginkan adalah cintanya
Hal penting yang ia miliki
Aku mabuk dengan khayalan

Oh, ia menginginkanku ~ oh ia mendapatkanku, oh ia menyakitiku
Apa ada yang bisa lebih baik daripada ini?

Seseorang, tolong panggilkan dokter, tahan aku dan katakan padaku
Cinta adalah suatu penyakit, kecanduan, overdosis
Sulit untuk dikendalikan seiring berjalannya waktu
Aku jatuh lebih dalam ke dalam dirinya
Oh terlalu berlebihan, itu dirimu, cintamu, ini adalah overdosis
Terlalu berlebihan, itu dirimu, cintamu, ini adalah overdosis

Melihatmu didalam membuatku semakin menginginkanmu
Setelah napasku semakin cepat dan tersedak
Aku merasa menggigil dan kemudian mendesah

Cintanya cintanya seperti racun bagiku
Aku tidak bisa lepas
Darahku semakin panas dan ia mengendalikanku

Oh ia menginginkanku ~ oh ia mendapatkanku, oh ia menyakitiku
Aku terus berpikir dan berpikir tentang dirimu

Seseorang, tolong panggilkan dokter, tahan aku dan katakan padaku
Cinta adalah suatu penyakit, kecanduan, overdosis
Sulit untuk dikendalikan seiring berjalannya waktu
Aku jatuh lebih dalam ke dalam dirinya
Oh terlalu berlebihan, itu dirimu, cintamu, ini adalah overdosis
Terlalu berlebihan, itu dirimu, cintamu, ini adalah overdosis

Semua orang bertanya apakah aku telah berubah
Kau seperti telah ditancapkan ke dalam hatiku
Duniaku penuh dengan dirimu

Aku tidak bisa berhenti, aku sudah terisi denganmu
Sekarang, saat ini, kau berada di hatiku

E X O

Aku merasakanmu dan meminummu
Hatiku gemetar, aku tetap meminummu tapi itu masih belum cukup
Haus ini membuatku menggigil bahkan sampai ke ujung jariku, terus begitu
Jangan berhenti, itu terasa nyaman, tidak bisa berhenti
Hey dokter, tidak akan bisa seperti ini
Kau dan aku akan menjadi satu dengan daya tarik yang tak terkendali
Tanpa perasaan ini, rasanya aku sudah mati
Alasan aku hidup karena kecanduanku terhadap manisnya dirimu

( Seseorang tolong panggilkan dokter )

Seseorang tolong panggilkan dokter, aku membutuhkannya
Aku tidak bisa bertahan untuk satu hari
Kau membuatku candu, tak ingin melarikan diri
Untuk waktu yang lama
Oh terlalu berlebihan, itu dirimu, cintamu, ini adalah overdosis
Terlalu berlebihan, itu dirimu, cintamu, ini adalah overdosis

Sabtu, 26 April 2014

Adikku (Cerpen)


Adikku


                     Aku melihatnya lagi, Li. Aku melihat lagi anak lelaki itu, Li. Di dekat trotoar jalan raya, sesaat sebelum kita pulang dari sekolah. memegang sebuah botol bekas dengan banyak kerikil didalamnya. Dia tidak bisu seperti yang kau ceritakan, Li. Aku melihatnya bernyanyi. Aku melihatnya melepas topi yang dipakainya, dan menjadikannya tempat menaruh uang, Li. Suaranya merdu, Li. Aku dapat mendengarnya. Ia juga punya teman, Li. ia tidak sendiri, seperti yang kau ceritakan. Saat aku berbalik menengok ibu guru, di sudah tidak ada lagi, Li. Dia tidak ada lagi, di dekat trotoar jalan raya itu, Li. Aku ingin menghampirinya. Jika kau tahu rumahnya, tolong antarkan aku kesana, Li.


Apa kau ingat, Nit? Aku pernah bercerita tentang seorang anak lelaki bisu memegang botol bekas berisi kerikil ditangannya, Nit? Jika kau tidak ingat lagi, akan ku ceritakan kembali kisahnya.
Ada seorang anak lelaki bertopi, memegang botol bekas berisi kerikil ditangannya, ia selalu ada di trotoar dekat jalan raya, Nit. Ia bisu, ia tak punya teman, Nit. Suatu saat ada seorang anak lelaki seumuran mengajaknya bermain, tapi ia menghilang, Nit. Orang-orang percaya bahwa dia bisa menghilang. Orang-orang menjauhinya, karena ia dipercayai memiliki sihir hitam.
 Ini bukan cerita dongeng pengantar tidur, atau cerita karanganku, Nit. Anak lelaki itu memang benar ada. Aku ingin kau menjauhinya, Nit. Saat pengujung senja datang, saat semua orang bergembira ria bersama keluarga mereka. Ia menghilang tanpa jejak. Lalu siangnya hadir kembali di trotoar dekat jalan raya itu, Nit. Ia terlihat manis dengan setelan baju Jas yang dipakainya setiap hari dengan warna yang berbeda, Nit. Tiap tanggal 10 Juli, Nit. Dia akan menghilang seharian penuh. Disaat Pagi menyongsong, ia akan berada di depan sebuah rumah megah di sebuah kompleks perumahan, Nit. Menunggu seorang perempuan datang dan mengucapkan ‘Selamat Datang’ Padanya. Setelah sang perempuan mengucapkan ‘Selamat Datang’, ia akan kembali pergi, Nit. Pergi setelah meninggalkan bunga di tangan sang perempuan.
Aku ceritakan ini kembali, karena anak lelaki itu memang anak lelaki yang sering kau lihat itu, Nit. Sebuah rumah megah di kompleks rumah itu juga rumahmu, Nit. Dan sang perempuan maksudku itu, adalah dirimu, Nit.


Setelah pulang sekolah, Li. Aku melihatnya, Di Kebun bunga dekat kompleks rumah ku. Aku ingin berbalik, tapi dia berbicara pada ku, Li. Aku dapat membuktikannya padamu, Dia tidak bisu, Li. Dia berbicara padaku. Aku mendengarnya, Li. Aku mendengarnya, menyuruh ku duduk disampingnya. Aku berjalan ke arahnya, Li. Ia tersenyum manis, padaku. Senyumnya, mengingatkanku kepada seseorang, Li. Seseorang yang berharga, namun telah terenggut dari ku, Li. Ternyata, kami punya banyak kesamaan, Li. Kami sama-sama menyukai Nasi goreng, sama-sama tidak suka kerajinan dan seni, dan sama-sama pernah kehilangan orang yang kami sayang, Li.
Besok harinya, aku kembali menemuinya di kebun bunga dekat kompleks rumahku, Li. Dia sedang memainkan botol bekasnya yang di isinya dengan kerikil itu, Li. Dia bersenandung, Li. Menyanyikan lagu yang aku ketahui berjudul ‘Kapan-Kapan’, Li. Saat ia menyadari kehadiran seseorang, dia menengok ke arahku, lalu berlari memelukku. Aku datang kesana dengan membawa 2 bungkus nasi goreng, Li. Aku dan dia sudah berjanji akan makan nasi goreng bersama. Aku senang disaat ia menyebutku kakak, Li.


Kakak, kau pasti sudah tahu, tentang diriku dengan berita yang telah beredar. Lebih baik kau tak perlu lagi menemuiku di kebun bunga di dekat kompleks rumahmu itu, hanya untuk makan nasi goreng dan bercerita bersama. Kakak, kau bisa makan nasi goreng dan bercerita serta bercanda ria dengan sahabatmu. Aku tidak ingin teman-teman mu menjauhimu, hanya karena mereka tahu kau berteman dengan ku. Bersama teman-temanmu pasti lebih menyenangkan daripada denganku yang hanya sendiri ini. Aku sudah terbiasa dengan kesepian ini, kakak. Gunjingan orang-orang terhadapku membuatku kebal dan hanya menutup mulutku saja. Aku tidak ingin kakak dijauhi karena aku.
Kakak, pergilah dan jangan temui aku lagi. Aku tidak membencimu. Tapi, percayalah. Suatu saat, aku akan berada didepan sebuah rumah megah di sebuah kompleks tepat pada tanggal 11 Juli, kakak. Aku akan berada disana, kau masih bisa menemuiku. Percayalah, kau tidak akan kehilanganku. Karena aku selalu berada di hatimu. Aku tidak akan pernah jauh darimu. karena, kemanapun kau akan pergi, dimanapun kau berada, dan kapanpun kau membutuhkan ku, aku selalu ada bersamamu. Ingat, kakak. Aku selalu ada dan selalu bersamamu, Di Hatimu. Aku akan menemuimu lagi, asal kau berjanji tidak akan membenciku. Aku akan berjanji, aku akan menemui suatu saat nanti. Aku berjanji, kakak.


Aku tidak melihatnya, Li. Aku tidak melihatnya duduk di bangku kebun bunga dekat kompleks rumahku itu, Li. memang kemarin, dia melarangku datang untuk menemuinya. Dia berucap bahwa dia tidak membenciku, tapi dia menjauhiku, dan aku tak tahu alasan kenapa dia menjauhi ku, Li. Dia juga berucap padaku, bahwa dia akan menemuiku suatu saat nanti. Dia memang tidak ada, Li. Tapi, aku percaya bahwa dia selalu bersamaku, di hatiku.
    Aku merindukannya, Li. Aku rindu padanya. Aku rindu anak lelaki itu, Li. Aku rindu dia. Dia berjanji padaku, bahwa dia akan menemuiku lagi, Li. Sudah 5 tahun aku tak pernah bertemu dengannya lagi, Li. Besok tanggal 11 Juli, Aku berharap di hari ulang tahunku yang ke- 13 besok, dia akan datang menemuiku, dengan sebucket bunga di tangannya.


Kau merindukannya, Nit? Kenapa kau harus rindu padanya? Dia bahkan tak pernah kau jumpai lagi selama 5 tahun ini, Nit. Aku iri padanya. Kau selalu merindukannya, tapi tak pernah ku dengar kalimat ‘Aku merindukanmu’ darimu untukku, Nit. Mungkin aku bukan siapa-siapa antara kau dengannya. Tapi, jujur saja, aku juga ingin mendengar kau mengucapkan kata ‘Rindu’ untukku.
   Besok hari ulang tahunmu, kau selalu berharap dia datang dan membawa sebucket bunga untukmu. Tapi, aku tak pernah mendengar, kau meminta bahkan berharap  sesuatu dariku sebagai kado ulang tahunmu. Aku merasa menjadi orang yang tak dianggap olehmu, Nit. Mungkin, inilah saatnya kau mengetahui hal sebenarnya. Anak lelaki yang dulu ku ceritakan, pernah kau temui, dan sekarang kau rindukan itu adalah Adikmu, Nit. Adikmu yang dipercaya telah hilang olehmu, itu dirinya. Adikmu yang terlempar ke panti asuhan oleh kedua orang tua mu, pada saat ia berumur 3 tahun. Kau pasti sangat merindukan adikmu kan, Nit? Aku doakan, semoga besok dia hadir di hari ulang tahunmu, Nit.

    Kau sahabatku, Li. Aku tidak mengucapkan rindu padamu, karena kau selalu ada disampingku. Aku tidak meminta dan berharap apapun darimu sebagai kado ulang tahunku, karena cukup kau ingat hari ulang tahunku dan hadir pada saat itu, aku sudah merasa bahwa itu adalah kado terindah darimu untukku. Terima kasih, karena kau mau memberitahukan hal sebenarnya, padaku. Ku anggap itu adalah kado yang kau berikan untukku.
   Aku memang merindukan adikku. Tapi, ingatlah aku akan kesepian jika tak ada dirimu yang selalu menemaniku kemana pun aku pergi. Percayalah, Li. Sekali sahabat, tetap sahabat dan tak akan terpisah selama-lamanya. Ingat ya, Li. Datang dan hadirlah di hari ulang tahun ku  besok. Aku berharap.


Kakak, aku akan penuhi janji ku 5 tahun lalu hari ini. Tepat pada hari ulang tahunmu yang ke- 13 tahun. Aku akan berada di depan sebuah rumah megah di sebuah kompleks perumahan dekat kebun bunga itu kakak. Aku menunggumu keluar dan mengucapkan ‘Selamat Datang’ padaku, dan ku beri sebucket bunga untukmu. Tapi, aku tidak akan pergi seperti yang sebelumnya. Aku akan menunggumu menyuruhku masuk ke dalam istana megahmu itu, kakak.
Kakak, aku juga ingin bertemu dengan sahabat perempuanmu yang pernah kau ceritakan. Aku penasaran bagaimana orangnya. Pasti baik, ramah dan cantik sepertimu kan? Siapa namanya? Lili kalau tidak salah, nama yang cantik dan ku harap orangnya secantik namanya. Aku berharap begitu. Malam nanti, saat pesta ulang tahunmu digelar, aku akan datang, dengan setelan jas yang biasa aku pakai, yang berwarna biru, kakak. Seperti disaat kita terakhir bertemu. Aku akan datang. Tapi, dengan syarat, kau yang membukakan pagar untukku. Aku mohon.


Nit, Aku melihat adikmu. Aku melihatnya, didepan pagar rumahmu dengan setelan jas biru yang dipakainya, dan sebucket bunga ditangannya. Dia terlihat tampan. Berbeda saat 5 tahun lalu, saat ia masih suka berada di trotoar dekat jalan raya itu, Nit. Aku menghampirinya dan mengajaknya berbicara. Dia menoleh dan tersenyum padaku. Aku mulaitak percaya padamu, bahwa dia tidak bisu. Tapi, sesaat setelahnya, ia berbicara padaku. Ia berbicara padaku, Nit. Ia bertanya siapa namaku, dan ku jawab sesuai namaku, Lili.
Ia berucap padaku, bahwa kau pernah bercerita tentangku padanya. Ia menyenangkan, Nit. Dia lembut, bukan kemayu. Aku menyukainya, Nit. Lalu, aku mengajaknya masuk kedalam rumahmu. Dia berucap, ia tidak akan masuk sebelum kau yang membukakan pagar untuknya. Lalu, aku mengirim pesan untukmu, menyuruhmu membukakan pagar untukku. Kau datang, aku memelukmu dan mengucapkan selamat ulang tahun padamu. Lalu, kau menyadari kehadiran seseorang, kau langsung memeluk orang itu. Orang yang selama 5 tahun ini kau tunggu, dan akhirnya datang menemuimu. Aku gembira saat adikmu, menyebutku menyenangkan padamu. Akan ku balas, bahwa ia juga menyenangkan, tapi nanti. Tidak disaat aku melihat kalian saling melepas rindu didada masing-masing.


Aku tahu ia akan datang. Anak lelaki itu akan datang menemui ku. Aku tahu dia tidak meninggalkanku. Aku tahu dia tidak akan membenciku. Aku tahu di masih mengingat janji nya. Aku tahu dia masih menyayangiku. Kenapa aku tahu? Karena, dia adikku. 



Me (Fantasi)





Selasa, 22 April 2014

My Memo

My Memo 1



Selama ini, pulpen tinta sudah berteman dengan ku. Tapi, apa yang akan terjadi, jika pulpen tinta itu adalah darah? Darah yang ku ambil dari darahku sendiri, menjadi sebuah tinta yang akan menulis di atas sebuah perkamen coklat? 
Selama yang aku tahu, malaikat tanpa sayap tercipta untukku. Entah siapa, dimana, dan kapan aku akan bertemu aku tidak tahu. My believing, a fell be make me a crazy people. The hard obsession, make be a heavy thinks for me. Not hurt, but sick. What the hell?? Selama yang aku tahu, aku tak pernah mengerti, aku selalu berjuang untuk diriku sendiri, menjadikan aku seseorang yang egois. Jangan pedulikan aku yang di anggap aneh, aku gila dan kau harus percaya itu. Kau tahu, seberapa gilanya aku. Kau tahu, bagaimana aku menghadapi imaginasi liarku. Jika aku gila ucapkan iya, jika aku bodoh katakan aku bodoh, bila aku tak waras,  katakan aku stress. Katakan padaku, please tell me, tell me. Aku hanya ingin kau tahu, aku menyayangimu, sebagai seorang adik pada kakaknya. Tak dapat aku pungkiri, dia adalah sosok yang dapat mengerti aku. Walaupun dia sama gilanya denganku, lebih gila dariku dan childish yang sangat. Terkadang, dia menjadi dewasa dan sangat tegas, itu yang ku suka, dialah orang nya, My Little Keeper, Nae Oppa, My Brother, I Pitty You.

Senin, 21 April 2014

My poetry 3

Malaikat Tanpa Sayap


Engkau Selalu ku cari
Menjadi bagian diri
Menjaga hati ini

     Senyummu indah
Wajahmu cerah
Tawamu membuat orang terperangah
Bagai bunga musim semi tengah merekah

Aku terpukau pada pesonamu
Aku terpukau  pada kelembutanmu
Aku terpukau pada keramahanmu
Aku terpukau pada dirimu
Malaikat Tanpa sayap milikku.

Jumat, 04 April 2014

My Poetry 2 : Goresan

Goresan


Goresan tinta hitam pada kertas biru
Tuliskan lirik indah senandung lagu
Begitu melankolis jika dipikirkan

Goresan tinta hitam pada kertas biru
Coretkan garis membentuk gambar baru
Begitu Indah jika diperhatikan

Goresan tinta hitam pada kertas biru
Terbentuk goresan garis tak menentu
Membentuk sebuah gambar baru
Terlihat indah seperti senandung lagu
 Terlihat Indah, tapi menyakitkan