My Memo 1
Selama ini, pulpen tinta sudah berteman dengan ku. Tapi, apa yang akan terjadi, jika pulpen tinta itu adalah darah? Darah yang ku ambil dari darahku sendiri, menjadi sebuah tinta yang akan menulis di atas sebuah perkamen coklat? Selama yang aku tahu, malaikat tanpa sayap tercipta untukku. Entah siapa, dimana, dan kapan aku akan bertemu aku tidak tahu. My believing, a fell be make me a crazy people. The hard obsession, make be a heavy thinks for me. Not hurt, but sick. What the hell?? Selama yang aku tahu, aku tak pernah mengerti, aku selalu berjuang untuk diriku sendiri, menjadikan aku seseorang yang egois. Jangan pedulikan aku yang di anggap aneh, aku gila dan kau harus percaya itu. Kau tahu, seberapa gilanya aku. Kau tahu, bagaimana aku menghadapi imaginasi liarku. Jika aku gila ucapkan iya, jika aku bodoh katakan aku bodoh, bila aku tak waras, katakan aku stress. Katakan padaku, please tell me, tell me. Aku hanya ingin kau tahu, aku menyayangimu, sebagai seorang adik pada kakaknya. Tak dapat aku pungkiri, dia adalah sosok yang dapat mengerti aku. Walaupun dia sama gilanya denganku, lebih gila dariku dan childish yang sangat. Terkadang, dia menjadi dewasa dan sangat tegas, itu yang ku suka, dialah orang nya, My Little Keeper, Nae Oppa, My Brother, I Pitty You.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar